Jun/16/2009 Mahasiswa Hebat Luar Biasa tanpa Narkoba
Jun/04/2009 Mencelik Mata Ke Indosat
May/27/2009 Beasiswa UMN untuk Siswa Peserta OSN
Monday, Jun/15/2009 Selayang Pandang Kunjungan ke 3 Perusahaan
Kunjungan mahasiswa-mahasiswi UMN ke Sonora
Di saat universitas lain menjunjung tinggi gaya “belajar dalam ruangan”, Universitas Multimedia Nusantara berani melawan arus yang ada. Menjunjung tinggi flexibilitas dalam pembelajaran, menjadikan UMN berjalan seiring dengan perubahan dan tuntutan zaman. Hal ini ditunjukkan dengan kunjungan mahasiswa mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2007 ke tiga perusahaan terkemuka di Indonesia.
Metro TV (Senin, 18 Mei 2009)
Sesi pertama diisi oleh Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV,Makroen Sanjaya. Beliau mengatakan bahwa dalam dunia jurnalistik televisi, semua orang terus belajar. Proses pembelajaran itu akan terus berkembang dan tidak pernah berhenti.
Beliau juga menambahkan bahwa ada keuntungan tersendiri jika bekerja dalam jurnalistik pertelevisian. Kita bisa berada di mana saja (dari istana Negara sampai ke luar negeri tanpa biaya sedikitpun karena dibiayai oleh kantor) dan berinteraksi dengan siapa saja (mulai dari pemulung, pedagang, pengusaha, hingga presiden). Namun, sebagai seorang jurnalis yang baik, dia harus selalu mengecek dan meyakinkan bahwa data serta peristiwa yang ia ketahui semuanya tepat dan akurat. Tidak boleh ada kesalahan baik itu mengenai nama narasumber, penyebab kejadian, dan sebagainya. Ia juga harus memiliki dedikasi yang kuat dalam mencari sebuah berita, selalu siaga untuk setiap situasi karena berita bisa datang kapan saja dan dari mana saja.
Setelah acara tanya jawab selesai, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMN kemudian diajak berkeliling kantor Metro TV dan melihat “isi perut Metro TV”. Mahasiswa bisa mengetahui bahwa sebuah berita dapat ditayangkan di layar kaca melalui serangkaian kegiatan. Diawali dengan rapat redaksi untuk memutuskan berita apa yang akan diangkat hari itu, melaporkan peristiwa, mengambil gambar, mengedit, mendubbing, dan menjadikannya sebuah berita yang layak siar.
EURO RSCG Adwork (Jumat, 29 Mei 2009)
EURO RSCG Adwork merupakan multinational agency dan merupakan salah satu advertising agency terbesar di dunia. EURO merupakan sebuah perusahaan advertising yang memiliki cabang di 75 negara, dengan 11.000 orang pekerja, dan 233 kantor. Perusahaan ini pun berhasil menyabet 100 award hanya dalam kurun waktu 2 tahun. Kantor perwakilan EURO RSCG Adwork di Indonesia terletak di Jalan Guntur 48, Jakarta Pusat.
Ndang Sutisna, creative director EURO RSCG Adwork memulai presentasi dengan mengutip ucapan salah satu pendiri EURO, Jacques Séguéla, “Money can’t make idea, but idea can make money.” Jadi, apa pun jabatan kita dalam advertising, kutipan inspiratif tersebut harus bisa menyemangati gerak langkah kerja kita. Saat bekerja, kita harus berfokus pada ide yang didapat, dan bukan berfokus pada seberapa uang yang kita dapatkan.
Setelah presentasi-presentasi tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk melihat-lihat kantor EURO. Lantai satu merupakan departemen 4D, lantai 2 dan 3 merupakan client service. Kantor EURO terasa seperti rumah, dengan penerangan yang hangat dan nuansa rumah (homey). Karyawan yang bekerja di situ pun tidak diwajibkan memakai pakaian yang formal seperti kemeja.
Radio SONORA (Selasa, 2 Juni 2009)
Sesi presentasi dibawakan oleh penyiar senior, Eddie Dipo. Beliau mengatakan bahwa dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini, radio sudah mulai mengalami penurunan dari segi kuantitas pendengar. Banyak pendengar yang berpindah ke internet, misalnya, dengan melihat perkembangan pengguna Facebook akhir-akhir ini. Penurunan jumlah pendengar menyebabkan jumlah iklan yang masuk ke radio pun ikut menurun. Penurunan jumlah iklan yang menjadi penghasilan utama radio menyebabkan banyaknya stasiun radio di Jakarta yang dijual, tidak terkecuali stasiun yang tadinya memiliki jumlah pendengar yang banyak.
Eddie Dipo merefleksikan pengalamannya sebagai penyiar radio dengan mengatakan bahwa sebenarnya siaran radio itu ibaratnya seperti menuntun orang buta mengenali dunianya, dan penuntun ini haruslah seseorang yang benar-benar ia percaya. Jadi, kadar ”trust” antara penyiar dan pendengar tumbuh, berkembang dan menguat dalam proses interaksi yang inter-personal ini, sesuatu yang mungkin tidak disediakan oleh jenis media lain.
Untuk meningkatkan revenue dari radio, maka harus ada penambahan jaringan. Hal inilah yang dilakukan radio Sonora. Sonora menambahkan beberapa jaringan di luar Jawa. Selain itu penambahan revenue juga dapat dilakukan dengan cara menambah iklan.
Kemudian, mahasiswapun diajak berkeliling kantor radio Sonora, mulai dari ruangan marketing, tempat penyimpanan kaset dan cd, hingga ruangan siaran.
(Mary, Wina, Arum dan Grace Natali - mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UMN 2007)