Sep/02/2010
Pengumuman Penerima Beasiswa UMN

Aug/16/2010
Kuliah Perdana: Peluang di Industri Kreatif di era Mobile Lifestyle

Jun/25/2010
Kompas Gramedia Serahkan Beasiswa untuk 11 Mahasiswa UMN

May/19/2010
Oase Baru bagi Jurnalistik dan Sastra Indonesia

 
 
 
Tuesday, Jun/16/2009
Mahasiswa Hebat Luar Biasa tanpa Narkoba




     Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI Jakarta pada tanggal 15 April 2009 mengadakan acara penyuluhan dan keakraban berupa outbond session di Kandank Jurang Doank, Ciputat, Jakarta Selatan dengan tema “Anti Drugs Youth Actions”. Acara ini bertujuan  untuk menyampaikan pesan untuk kalangan mahasiswa-mahasiswi bahwa masih banyak kegiatan positif seperti outbond ini yang bisa memotivasi  orang muda untuk tidak selalu merasa tertekan dalam menjalani hidup yang dapat berujung  pada terjerumusnya mereka ke dalam dunia narkotika. BNP mengundang beberapa perguruan tinggi baik swasta maupun negeri, diantaranya adalah Unika Atma Jaya, London School of Public Relations, Universitas Borobudur, Universitas Pancasila, STIE Perbanas, STEI Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, dan termasuk Universitas Multimedia Nusantara serta beberapa perguruan tinggi lainnya.  Acara penyuluhan ini bersifat gratis juga disediakan uang transport bagi para partisipannya. Menurut undangan, setiap perguruan tinggi yang diundang diharapkan mengirimkan peserta minimal 7 orang. UMN sendiri hanya bisa berpartisipasi dengan  mengirimkan  3 orang mahasiswa dari BEM yaitu Marcel Bonar Kristanda, Yunky Hower, dan Harry Febrian. Hanya bisa tiga orang yang berangkat mengingat acara ini diselenggarakan di tengah minggu tenang pra ujian tengah semester (UTS).

 

     Acara dimulai tepat pukul 07.00. Partisipan kira-kira berjumlah 60 orang lebih dan semuanya berkumpul di kantor BNP DKI Jakarta, Gedung Eks Walikota Jakarta Selatan Blok B, Lantai I, Jl. Trunojoyo No. I, Jakarta Selatan. Pembukaan dilakukan dengan baris-berbaris per perguruan tinggi di lapangan kantor BNP, kemudian diteruskan dengan kata sambutan oleh ketua panitia dari BNP yaitu Bu Yanti. Setelah ituada beberapa hal dan aturan teknis yang dijelaskan oleh koordinator acara dari pihak mahasiswa yaitu Inez Jane Sumargo dari Unika Atma Jaya dan Naviantika Esthernes dari London School of Public Relations. Kemudian sekitar pukul 08.00, para partisipan berangkat dengan bus yang telah disewa BNP dan kami tiba di Kandank Jurank Doank (KJD) sekitar pukul 09.15.

 

     Sesampainya di KJD, kami disambut dengan antusias oleh para kru KJD. Acara pertama di KJD dimulai dengan permainan kata dan perkenalan kemudian dilanjutkan dengan foto bareng semua kru dan partisipan termasuk sang pemilik KJD, yaitu Dik Doank. Setelah itu acara berlanjut ke permainan pemanasan berupa senam, joget dan bernyanyi bersama dalam sebuah lingkaran besar di lapangan KJD yang diteruskan dengan pembagian 3 kelompok besar dengan model permainan suit ala KJD. Acara inti dilakukan setelah pembentukan kelompok, yaitu outbond session di trek outbond KJD yang terdiri dari High Flying Fox, Middle Flying Fox, Perahu Karet dan  Kolam Lumpur, Jembatan Bambu, Tangga Tali, dan Perang Bantal di atas Kolam Lumpur. Semua permainan outbond tersebut dilakukan secara bergantian oleh masing-masing kelompok hingga semua kelompok mendapat bagian. Acara selesai sekitar pukul 14.30. Semua partisipan yang sudah melaksanakan serangkaian aktivitas fisik kemudian mandi, makan siang dan istirahat. Pukul 15.30 di sela-sela acara istirahat, beberapa partisipan yang berminat diajak untuk masuk ke dalam museum Kandank  Jurank Doank. Ketiga partisipan dari UMN pun ikut ke dalamnya untuk melihat karya-karya dan koleksi-koleksi unik dari Dik Doank. 

Dalam sesi istirahat semua partisipan bebas melakukan apa saja di dalam larung besar KJD, sebagian bercengkerama satu sama lain, ada pula yang bermain bola dan sebagian lainnya ikut tur museum KJD. Setelah sesi istirahat berakhir, semua partisipan dikumpulkan kembali di lapangan untuk acara penutupan.

 

     Acara penutupan dibagi menjadi 3 bagian yaitu penyuluhan singkat tentang narkotika oleh koordinator acara, pengumuman pemenang antar kelompok berikut pembagian hadiah, dan penutupan dari pihak KJD berupa nyanyi bersama dan salam perpisahan. Sekitar pukul 16.50 mahasiswa-mahasiswi dan panitia dari BNP kembali melakukan perjalanan pulang ke  kantor BNP. Di perjalanan pulang, semua partisipan diabsen dan diberikan uang pengganti transport dari BNP sebagai bentuk keseriusan BNP dalam memberikan pelayanan penyuluhan yang terbaik. Pukul 17.45 semua partisipan sudah berada di kantor BNP untuk kemudian berpisah kembali ke rumah atau pergi ke tujuan masing-masing.

 

     Mewakili BEM UMN, Marcel Bonar mengatakan bahwa acara ini merupakan ajang untuk memperkuat eksistensi UMN di dalam dunia pergaulan antar mahasiswa sekaligus kesempatan langka untuk mengetahui pentingnya aktivitas kegiatan kampus yang dapat memperkecil kemungkinan merebaknya kasus narkotika dalam lingkungan UMN.  BEM UMN sendiri mendapatkan ajakan dari teman-teman panitia acara ini untuk membentuk suatu UKM ataupun klub yang mempunyai kegiatan dan kepedulian dalam penyuluhan dan pendekatan ke dalam dan ke luar kampus menyangkut hal pencegahan narkotika dan penyakit-penyakit menular akibatnya.  “Untuk ke depannya,  ketika kita mempunyai basis hubungan mahasiswa yang cukup kuat, UKM semacam ini akan segera terealisasi,” kata Yunky Hower selaku Wakil Ketua BEM Universitas Multimedia Nusantara. (***)