| |
|
|
 |
|
| Monday, Apr/19/2010 Minahasa Tenggara Kuliahkan 40 Putra-putri Daerah ke UMN
 HAMPARAN rumput hijau rapi nan luas terlihat ketika memasuki tempat ini. Di sebelah kanan, terdapat gedung unik berbentuk silinder, bewarna biru, dengan dinding kaca di hampir semua permukaanya. Wajah-wajah ceria anak-anak muda bercanda santai terlihat di bagian lobi. Ya, inilah kampus Universitas Multimmedia Nusantara, tempat 40 mahasiswa-mahasiswi asal Minahasa Tenggara akan menimba ilmu.
Kampus yang terletak di Tangerang, Provinsi Banten itu adalah satu di antara banyak kampus di pulau Jawa yang menyediakan fasilitas 'nomor 1' bagi para mahasiswanya. Dengan luas lahan mencapai tujuh hektar dan lingkungan yang kondusif, kampus yang didirikan oleh Kompas Gramedia ini menjadi tempat yang ideal untuk belajar.
"Kami sangat yakin memberikan beasiswa bagi 40 siswa-siswi asal Mitra untuk belajar di kampus ini. Fasilitasnya sangat lengkap dan dosen-dosennya sangat mumpuni. Rektornya saja Yohanes Surya PhD," tutur Bupati Minahasa Tenggara Telly Tjanggulung ketika ditemui Tribun Manado sesudah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, Kamis (15/4/2010) di Gedung Rektorat Kampus UMN.
Setelah diawali oleh Pemerintah Kabupaten Talaud tahun lalu, 40 siswa-siswi asal Kabupaten Mitra akan menjalani pendidikan mulai tahun ajaran 2010/2010 selama kurang lebih empat tahun di kampus dengan konsep "green campus" itu.
"Pikiran kami adalah bagaimana Mitra bisa maju? Ya tentu saja pertama-tama dengan pendidikan, yaitu bagaimana menghasilkan manusia-manusia bermutu, yang dapat membangun daerahnya. Basic ilmu itu penting bagi seseorang ketika dia sudah bekerja nantinya,"tutur Telly.
Prosesnya diawali sejak Bulan Desember tahun lalu. "Diadakan seleksi terbuka bagi seluruh siswa-siswi SMA di Mitra untuk mendapatkan beasiswa ke UMN. Saya sendiri yang turun langsung mewawancarai mereka, melihat seberapa kuat kesungguhan dan semangat mereka untuk belajar. Ini penting, mereka kan bakal jauh dari orang tua," kata istri dari Bupati Talaud Elly Lasut.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mitra, Dwight Moudy Rondonuwu mengatakan, program beasiswa kuliah bagi siswa-siswi di Mitra sudah ada sebelumnya. "Ada yang di Universitas Indonesia juga, beasiswa, tetapi memang ini yang paling banyak satu angkatan. Kami serius dalam hal ini. Kami ingin mempunyai sumber daya yang benar-benar handal supaya nantinya dapat membangun daerah," katanya.
40 mahasiswa tersebut, lanjutnya, masing-masing akan diberikan fasilitas berupa laptop. "Juga ada asrama untuk mereka di sini. Jadi orang tua tidak perlu khawatir. Semuanya dipenuhi, mahasiswa tinggal belajar sebaik-baiknya. Optimalkan segala fasilitas muktahir yang ada di sini," ungkapnya.
Moudi menambahkan, rencananya pengiriman mahasiswa untuk belajar di UMN ini akan dilakukan tiap tahun. Dia yakin, pilihan studi di UMN adalah pilihan yang tepat. "Saya sudah berkeliling dan melihat-lihat. Lab-nya sangat canggih, computernya semua merk Apple dan ada perpustakaan E-Library. Ini luar biasa," ujarnya.
Executive Rektor UMN Johannes S Prajitno MSc mengatakan UMN mendidik mahasiswanya menjadi ahli di bidang multi media dan juga sebagai wirausahawan. "Kami didik menjadi seorang profesional dan seorang technopreuner. 25 orang dari 75 orang angkatan pertama di kampus ini adalah seorang entrepreuner (wirausahawan). Jadi belum lulus pun mereka sudah jadi wirausahawan," katanya sembari menambahkan seluruh jumlah mahasiswa UMN saat ini sekitar 1500 orang.
"Kegiatan di kampus ini lengkap, semua demi perkembangan mahasiswa. Ada teater, teater Katak namanya, paduan suara, taekwondo, futsal, basket dan lain-lain. Fasilitasnya semua disediakan," tutur Marketing Manager UMN, Iwan Setiawan Dani ST.
Rektor UMN, Prof Yohanes Surya PhD mengatakan program kerjasama dengan pemerintah seperti yang dilakukan dengan Pemkab Mitra merupakan satu di antara program prioritas UMN. "Kami mendidik dengan menyediakan akses dan fasilitas yang terbaik. Sulawesi Utara, seperti juga wilayah Indonesia Timur juga membutuhkan akselerasi pembangunan," paparnya. Profesor Ahli Fisika Indonesia ternama itu berharap ini menjadi contoh bagi kabupaten kota yang lain. "Jika ingin maju, ya harus menyiapkan generasi muda," tegasnya. (Tribunnews.com; anthonius iwan adhi praja)
| |
|
 |
| |
|
|